Revolusi Industri IV, Disrupsi atau Kelimpahan?
![]() |
| Sumber Foto: Dok.Humas Untag Sby |
Hadir sebagai moderator, Dra. Tri Yulianti, M.Si. Dia mengatakan, “Sesuai janji saya untuk mendatangkan Bapak Sudaryanto kalau tidak sibuk, hari ini beliau bisa hadir di tengah-tengah kita. Kalian bisa melihat penjelasan beliau tentang revolusi industri ke 4. Meskipun kita masih di revolusi 3, kita akan segera akan masuk revolusi 4.” Menurut Tri, kuliah umum ini sebagai tambahan mata kuliah yang sama-sama kita lalui di kelas.
Tampil sebagai pembicara Sudaryanto-Dewan Pakar Kementerian Pertahanan dan Keamanan. Sudaryanto memaparkan bahwa, “anak-anak di Amerika gencar mengetahui revolusi industri. Penelitian PBB menyatakan bahwa anak-anak di Indonesia mayoritas menggunakan smartphone. Akan tetapi pemanfaatan smartphone justru efektif digunakan oleh anak-anak di Afrika. Jika di Indonesia digunakan untuk games, di Afrika justru digunakan untuk belajar dan bekerja. Revolusi industri ke 4 dimudahkan oleh smartphone.”
Lebih lanjut Sudaryanto menjelaskan, bahwa alur revolusi industri ke 4 tetap berupa revolusi digital. Perbedaannya pada revolusi 4 lahir robot dan alat yang bisa berjalan sendiri. “Revolusi digital artinya semua hal digitalkan, begitu pun kehidupan sehari hari. Revolusi industri ke 4 ini merupakan fusi digital, bioteknologi dan material,” kata Sudaryanto.
Anggota Komunitas Kebangsaan dan Pergerakan Kebangsaan dan founder Institut Kepemimpinan Pancasila ini mengatakan bahwa semua aktivitas manusia akan diganti oleh mesin sebagai hasil dari revolusi industri ke 4. “Lalu apa saja yang akan terdisrupsi dalam 10 tahun berlangsungnya revolusi industri ke 4? Yang terdisrupsi adalah perusahaan dan pekerjaan. Disrupsi pasti akan terjadi dan mengganti sesuatu menjadi suatu inovasi. Masyarakat akan mengalami kelimpahan yang luar biasa atas sebuah inovasi,” tuturnya. Menurut Sudaryanto, masyarakat Indonesia perlu berkaca pada Amerika Serikat sebagai negara yang luar biasa kaya. Begitu pun SDM di Amerika Serikat yang semua diminta dan dibina untuk siap menghadapi revolusi industri. (um/aep)
| www.untag-sby.ac.id |

Komentar
Posting Komentar